Apa kabarmu, hai cinta pertama?
Berapa banyakkah kisah selepas kau dari aku?
Berapa banyakkah cinta yang menghampirimu
Setelah sekian waktu
Apa kau bahagia?
Bila kita jatuh cinta
Akankah sama rasanya
Bila kita jatuh cinta
Akankah seperti dulu
Indah cinta pertama tak terulang lagi
Dan itu abadi
(BIP)

Ada yang pernah mendengarkan lagu ini? Lagu yang dinyanyikan oleh Bongky, Indra, dan Pay yang tergabung dalam grup musik BIP. Sudah sekian tahun yang lampau. Tahunya saya lupa, tapi syairnya masih teringat. Untuk beberapa puluh lagu, ingatanku masih cukup bagus untuk mengingat syairnya. Apalagi lagu yang ada kaitanya dengan tempat, peristiwa, atau orang, entah tempat, peristiwa, dan orang itu spesial atau bukan.

Semua orang niscaya memiliki cinta pertama. Ini di luar konteks cinta kepada Maha Pencipta dan orang tua. Ya, cinta terhadap lawan jenis. Saya tidak tahu apa itu definisi cinta pertama. Apakah cinta monyet ( perasaan monyet langsung main tubruk deh, ndak cinta-cintaan?) saat usia SD dan SMP itu masuk kategori cinta pertama? Apakah cinta saat usia STM itu masuk kategori cinta pertama? Oiya, dengan bangga saya beritahukan bahwa saya bukan lulusan SMA! Saya bukan mereka yang mengaku “putih abu-abu” tapi grup “putih abu-abu semu hitam” (karena asap kendaraan atau belepotan oli selepas praktek). Saya lulusan STM atau sekarang SMK yang sekarang lagi naik daun kayak ulat. Hidup STM! Lho, malah narsis?

Haha, jadi ingat dulu saat SD sempat naksir teman sekelas. Karena anaknya pintar dan manis pula, tentu banyak pula yang naksir. Ah,tapi saat itu hanya sebagai pemompa semangat saja, tak kurang dan tak lebih. Saat SMP pun demikian, di kelas dua dan tiga. Di kelas dua dengan temen sekelas, tomboy anaknya. Teman satu organisasi pula. Ups malah cerita masa lampau? Dilupakan sayang, dikenang bikin meradang.

Ya, kata orang cinta pertama itu susah dilupakan. First love never last, kata orang kulon sana. Ada lagunya segala, yang nyanyi Nicky Kosta. Tahukah anda bagaimana kabar cinta pertama anda sekarang? Masihkah berkomunikasi denganya? Atau bahkan cinta pertama itulah cinta terakhir anda dan menjadi pendamping hidup anda sekarang? Ataukah anda muak untuk mengenangnya dan barangkali setelah membaca posting ini jadi terkenang-kenang masa-masa indah dulu?

Apapun jawaban anda, itu adalah hak anda untuk menjawab. Yang jelas, saat mengetik posting ini di program pengolah kata, kenanganku di masa lalu berkelebat dan bersusulan satu sama lain, muncul dalam benak. Ingatan episodik yang lumayan kuat ini entah kenapa bisa dimiliki. Mari di akhir posting ini kita dengarkan Khalil Gibran. Saya tidak hafal syair aslinya tapi pada intinya demikian.

Bila cintamu memanggil
Ikutilah kemana dia pergi
Walaupun jalanya terjal dan berliku
Walau perihnya selalu mengganggu
Bila cintamu merengkuhmu dalam sayapnya
Ikutilah meski pisau di balik sayapnya melukaimu