Kejadian ini saya alami sendiri saat mengurus laporan kehilangan di sebuah kepolisian sektor. Sebagaimana galibnya instansi lain, mau tak mau kantor polisi harus memiliki seperangkat komputer lengkap dengan pencetaknya (printer). Mesin ketik masih tetap ada, hanya saja sudah berkurang intensitas penggunaanya.

Berita acara pemeriksaan sudah dibuat dan tibalah saatnya mencetak berkas tersebut. Buset, ternyata cartridge tinta tidak dipasang standby di pencetak, melainkan disimpan dalam laci beserta kertas-kertasnya. Petugas yang menyusun BAP tersebut bermaksud mengisi cartridge dengan tinta, dengan jalan menuangkan langsung ke cartridge tanpa alat bantu! Cartridge itu untuk Canon Pixma IP1000, setahu saya untuk mengisi alat tersebut harus menggunakan alat bantu yaitu alat tetes tinta.

Apa yang terjadi, terjadilah (mengutip lagunya Titik Puspa, Kupu-kupu Malam). Tinta keluar tanpa terkendali dan tak ayal lagi mengotori lantai, kursi yang diduduki petugas itu, juga mengotori seragam petugas tersebut. Saya saja kaget apalagi petugas yang bersangkutan. Terpaksa acara cetak mencetak ditunda terlebih dahulu, berganti dengan acara membersihkan “si tinta nakal”.

Bersih-bersih selesai, mencetak dilanjutkan. Ternyata tinta tidak keluar dengan sempurna. Petugas itu tampak kebingungan. Dengan maksud membantu, saya coba fasilitas maintenance dari Canon Pixma IP1000 yaitu cleaning yang butuh satu kertas untuk mengecek tinta yang keluar apakah rata atau tidak rata. Cleaning selesai, tinta keluar sempurna dan BAP pun tercetaklah sekitar 5 lembar.

Masalah ternyata belum selesai. Saat mencoba mencetak surat tanda terima laporan kehilangan, giliran si kertas yang tak mau kalah. Dia ngambek dengan jalan menyangkutkan dirinya di roller. Petugas tersebut bingung lagi. Mungkin selama masa pendidikan tidak ada protap (prosedur tetap) untuk mengatasi paper jam, yang ada salah satunya adalah protap untuk menghadapi massa yang berdemo😛

Dengan bermaksud membantu lagi, kertas nakal itu saya tarik pelan-pelan sampai keluar dan saya coba fasilitas maintenance dari Canon Pixma IP1000 yaitu roller cleaning yang butuh tiga kertas untuk mengecek kertas yang keluar apakah lancar atau tidak lancar. Roller Cleaning selesai, kertas keluar lancar. Begitu akan mencetak surat tanda terima laporan kehilangan, eh tintanya keluar tidak sempurna. Terpaksa cleaning lagi dan akhirnya bisa.

Dalam perjalanan pulang dari kepolisian sektor tersebut, saya sedikit bangga bahwa saya di satu sisi punya keterampilan yang lebih dari petugas polisi tersebut. Ternyata polisi juga manusia biasa yang tidak bisa luput dari kekurangan. Di satu sisi barangkali memang punya kelebihan karena punya kewenangan menegakkan hukum, di sisi yang lain ternyata juga kelimpungan saat dihadapkan dengan komputer yang bermasalah. Inilah indahnya dunia, tidak ada yang sempurna, semuanya saling melengkapi.

Barangkali pihak Kepolisian Pusat sudah tepat dalam melaksanakan program Penerimaan Perwira Sumber Sarjana (PPSS), paling tidak perwira yang berasal dari unsur sarjana akan sudah terbiasa berhadapan dengan komputer dan tetek bengeknya. Masa titel sarjana hanya diperuntukkan mengurus komputer saja? Semoga tidak demikian.