Aisyah dan Aisha merupakan nama yang identik. Dalam beberapa literatur di situs non Arab menyebut ‘Aisyah dengan Aisha, mungkin disesuaikan dengan lidah orang non Arab yang tidak fasih melafalkan huruf ‘ain dan syin.

Lantas mengapa posting kali ini berjudul ‘Aisyah R.A dan Aisha AAC? Apa hubunganya? Maaf, sebagai orang Jawa, saya harus bisa menghubungkan hal-hal yang sebenarnya tidak berhubungan bahkan tidak ada hubungan sama sekali. Akan tetapi, percayalah, hal ini ada hubunganya dan akan saya paparkan secara simpel.

Aisha dalam Ayat-Ayat Cinta, –film garapan Hanung Brahmantyo dan diperankan secara apik oleh Rianti Cartwright (jujur saja, tatapan matanya membuat jantung penulis berdegup sedikit lebih kencang)–, tentu sudah dikenal oleh banyak kaum hawa di Indonesia dan mungkin memberikan inspirasi kepada kaum hawa untuk berhijab, tapi saya yakin TIDAK memberikan inspirasi untuk mau dipoligami😀

Lalu apa hubunganya antara Aisha AAC dan ‘Aisyah R.A? Sabar.. orang sabar disayang pacar, ups karena dalam buku Pacaran Sesudah Menikah disebutkan tak ada pacar dalam Islam, jadi pepatah tadi akan berbunyi “orang sabar disayang suami/istri”. Lha itu klo yg sudah bersuami/beristri, kalau yg belum ya berarti harus bersabar dua kali lipat😛

‘Aisyah R.A lebih baik daripada Aisha AAC, karena :

  1. ‘Aisyah R.A adalah istri dari Rasulullah SAW. Kehidupan Rasulullah SAW adalah nyata dan kita patut meneladani budi pekertinya. Aisha AAC hanya bersuamikan Fahri, toh mereka berdua hanya fiktif.
  2. ‘Aisyah R.A adalah ummul mukminin, sedangkan Aisha AAC adalah ummi dari anak-anaknya (yg tentu saja fiktif).
  3. ‘Aisyah R.A adalah sosok wanita yg cerdas, hafalanya kuat, serta merupakan wanita yg banyak ilmunya di tengah umat, terbukti banyaknya hadits yg diriwayatkan dari beliau.
  4. Dari segi poligami, ‘Aisyah R.A tentunya lebih mengalami tekanan berat karena harus “bersaing” dengan istri Rasulullah SAW yang lain, yang totalnya berjumlah 11 wanita. Aisha AAC lebih ringan, dia hanya “bersaing” dengan seorang Maria, toh akhirnya Maria juga berpulang, dan sekali lagi dua tokoh ini fiktif.
  5. ‘Aisyah R.A punya panggilan kesayangan dari Rasullullah SAW yaitu Humaira (yang kemerah-merahan). Kalau Aisha AAC? Ah, Fahri tidak seromantis Rasulullah SAW.
  6. Catat ini para wanita : ‘Aisyah R.A adalah gadis dan dialah satu-satunya gadis yang dinikahi oleh Rasulullah SAW. Dia amat dicintai oleh Rasulullah SAW. Rasulullah SAW meninggal di hari giliran ‘Aisyah R.A dan dalam dekapan ‘Aisyah R.A.

So, anti mau meniru yang mana? ‘Aisyah R.A yang benar-benar ada dan banyak bukti-buktinya, atau ‘Aisha AAC yang hanya ada di atas film/kertas?

Sumber bacaan : Sirah Nabawiyah dan 70 Potret Kemesraan Rasulullah SAW dengan istri-istrinya