Ibu … ibu … engkaulah ratu hatiku
Bila ku berduka, engkau hiburkan selalu
Ibu … ibu … engkaulah ratu hatiku
(Narasi : Bagi ibu-ibu yang penyayang)
Lagu ini saya dengar saat saya masih duduk di bangku kelas tiga sekolah dasar. Sudah sekitar 17 tahun yang lalu. Lagu ini ada dalam sebuah pariwara produk susu. Pariwara ini ada di TV3, salah satu stasiun televisi di negeri jiran kita, Malaysia. Saya masih ingat, saat itu di rumah masih ada antena parabola yang bisa digunakan untuk menangkap siaran televisi dari negara tetangga (sampai sekarang antenanya masih, cuma sudah tidak digunakan). Lagu ini simpel tapi bagi saya punya makna yang mendalam, oleh karena itulah syair dan liriknya saya masih hafal sampai sekarang.



